Semarang — Departemen Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro menyelenggarakan kegiatan Webinar Internasional dan Visiting Professor pada tanggal 28 Agustus 2025 dengan menghadirkan Aya Hagishima, Professor dan Senior Vice President dari Kyushu University, Jepang. Kegiatan ini menjadi forum akademik strategis untuk mendiskusikan isu kenyamanan termal, kesehatan lingkungan hunian, dan keberlanjutan permukiman, khususnya pada konteks perumahan terjangkau dan permukiman informal di Indonesia.

Dalam paparannya, Prof. Hagishima menekankan bahwa lingkungan terbangun memiliki peran krusial terhadap kualitas hidup dan kesehatan, mengingat manusia menghabiskan sekitar 87% waktunya di dalam bangunan. Secara global, sektor bangunan juga berkontribusi signifikan terhadap konsumsi energi dan emisi karbon, sehingga pendekatan perancangan hunian yang responsif terhadap konteks lokal menjadi kunci menuju pembangunan berkelanjutan.

Salah satu fokus utama materi adalah hasil studi lapangan dan survei termal hunian RUSPIN (Rumah Susun Pintar) di beberapa lokasi di Indonesia. Melalui pengukuran langsung suhu udara, kelembapan, temperatur bola, konsentrasi CO₂, serta survei persepsi penghuni, Prof. Hagishima menunjukkan bahwa kualitas bangunan dan keamanan struktur, termasuk ketahanan gempa, mengalami peningkatan signifikan dibanding hunian sebelumnya. Modul RUSPIN dinilai unik karena menggunakan panel modular terstandar, metode perakitan manual yang cepat, efisien biaya, tidak memerlukan alat berat, serta mendukung partisipasi masyarakat dan penciptaan lapangan kerja lokal.

Namun demikian, hasil penelitian juga mengungkap sejumlah tantangan penting, seperti suhu dalam ruang yang lebih tinggi, ventilasi alami yang kurang optimal, ketiadaan plafon, kebisingan saat hujan, pencahayaan alami yang terbatas, hingga isu kebocoran air dan higiene. Temuan ini menegaskan perlunya penyempurnaan desain agar hunian terjangkau tidak hanya aman dan ekonomis, tetapi juga nyaman dan sehat bagi penghuninya.

Melalui kegiatan visiting professor ini, Prof. Hagishima juga berbagi pendekatan riset mutakhir yang mengombinasikan pengukuran lapangan, survei kualitatif–kuantitatif, simulasi energi bangunan, analisis statistik, hingga pendekatan berbasis data dan machine learning. Pendekatan tersebut membuka peluang kolaborasi riset lintas negara untuk pengembangan hunian berkelanjutan yang adaptif terhadap iklim tropis.

Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi internasional, memperkaya perspektif akademik sivitas Universitas Diponegoro, serta memberikan masukan berbasis bukti ilmiah bagi perumusan kebijakan dan praktik pembangunan perumahan berkelanjutan di Indonesia.