Ketika kepedulian terhadap lingkungan bertemu dengan semangat kepemimpinan, lahirlah sosok muda yang berani menavigasi industri menuju arah yang lebih hijau. Ajeng Lakshita Pramesti, lulusan Teknik Lingkungan Universitas Diponegoro, telah membuktikan bahwa inovasi dan keberlanjutan bisa berjalan beriringan bahkan di tengah dunia manufaktur yang dinamis.

Awal Perjalanan & Pendidikan

Ajeng menamatkan studi S1 Teknik Lingkungan di Universitas Diponegoro pada tahun 2020 dengan IPK 3,50. Sejak masa kuliah, ia dikenal aktif dan berprestasi, tak hanya dalam bidang akademik tetapi juga organisasi dan seni.
Melalui Paduan Suara Mahasiswa Teknik Undip, Ajeng mengasah kepemimpinan dan disiplin, bahkan turut membawa timnya meraih berbagai medali emas di kompetisi nasional dan internasional seperti Karangturi Choir Games, Soegijapranata Choral Festival, dan Malaysian Choral Eisteddfod.

Kini, Ajeng melanjutkan pendidikan magister di Universitas Indonesia melalui beasiswa LPDP PK-265, dengan fokus pada bidang Environmental Science. Langkah ini menegaskan komitmennya untuk terus memperdalam ilmu demi keberlanjutan lingkungan yang lebih baik.

Langkah Profesional & Dedikasi Lingkungan

Selepas kuliah, Ajeng meniti karier di bidang industri dan proyek lingkungan yang menantang. Ia sempat bekerja di PT Patra Logistik, anak perusahaan PT Pertamina Patra Niaga, sebagai Project Engineer untuk proyek remediasi lahan tercemar.

Ajeng bersiap menuju lokasi pemantauan lapangan di Kepulauan Seribu, di mana kunjungan ke lokasi proyek dilakukan hampir setiap hari dengan menggunakan perahu.


Dalam peran ini, Ajeng terlibat langsung dalam berbagai metode pemulihan tanah seperti bioremediasi, sand washing, hingga bioaugmentation, sambil memastikan aspek keselamatan kerja dan sosial di lokasi proyek tetap terjaga.

Ajeng melakukan pemantauan harian sebagai project engineer, memastikan kemajuan proyek, penggunaan bahan kimia, serta penerapan keselamatan kerja bersama tim HSSE dan subkontraktor.

Kariernya berlanjut di Binabusana Internusa Group, di mana ia kini menjabat sebagai Sustainability Section Head. Di posisi ini, Ajeng berperan penting dalam mengawal kebijakan lingkungan perusahaan sesuai standar pemerintah dan pembeli internasional.

Di bawah kepemimpinannya, perusahaan berhasil:

  • Mengurangi 60% penggunaan bahan kimia berbahaya dan beralih ke bahan ramah lingkungan sesuai standar ZDHC MRSL.

  • Mencapai 99% pengalihan limbah produksi dari TPA pada tahun 2023.

  • Memulai instalasi pembangkit surya atap, akuntansi karbon, serta program efisiensi air dan digitalisasi dalam operasional.

  • Menerbitkan laporan keberlanjutan pertama perusahaan pada 2022, yang mencakup aspek lingkungan, energi, dan sosial.

Kepemimpinan & Filosofi

Bagi Ajeng, keberlanjutan bukan sekadar target perusahaan, melainkan perjalanan kolektif yang membutuhkan kolaborasi lintas divisi dan perubahan budaya kerja.

Ia percaya bahwa pendekatan manusiawi dan komunikasi dua arah adalah kunci agar setiap pekerja merasa memiliki tanggung jawab terhadap lingkungan.

“Sebagus apa pun sistem yang kita buat, tidak akan berjalan tanpa keterlibatan manusia di dalamnya,” ujarnya dalam salah satu kesempatan internal perusahaan.

Pengaruh & Inspirasi untuk Almamater

Sebagai alumni Teknik Lingkungan Undip, Ajeng menjadi contoh nyata bahwa lulusan bidang ini dapat berperan luas tidak hanya di pemerintahan atau riset, tetapi juga dalam transformasi industri menuju ekonomi hijau.
Kisahnya menunjukkan bahwa keberanian untuk memimpin dan kemampuan untuk beradaptasi adalah modal penting dalam menghadapi tantangan lingkungan modern.

Harapan ke Depan

Melalui studinya di Universitas Indonesia, Ajeng bertekad memperkuat kompetensi akademik dan strateginya dalam kebijakan lingkungan.
Ia berharap dapat terus berkontribusi dalam menciptakan sistem industri yang lebih berkelanjutan, mengurangi emisi, serta memperkuat kesadaran lingkungan di sektor bisnis dan masyarakat luas.

Dengan kombinasi kepemimpinan, dedikasi, dan ilmu teknik lingkungan, Ajeng Lakshita Pramesti menjadi bagian dari generasi baru pemimpin hijau Indonesia — yang membuktikan bahwa masa depan berkelanjutan dimulai dari langkah-langkah konkret hari ini.