Riset ini dilakukan oleh tim dari Teknik Lingkungan Undip yang beranggotakan tiga orang, yaitu  Dr. –Ing.Sudarno, S.T., M.Sc.  sebagai ketua, Nurandani Hardyanti, S.T., M.T sebagai anggota penelitian dan Masni Friska Juniati Sipayung sebagai anggota mahasiswa. Riset yang dilakukan berjudul Stabilitas Kinerja Reaktir di dalam Menyisihkan COD dan Ammonium pada Limbah Domestik yang tercemar Residu Farmasi.

Artikel ini merupakan media release tanpa mengurangi makna originalitas riset saat akan dipublikasikan secara formal di media lain. Hasil lengkap riset ini sepenuhnya milik Sudarno beserta tim penelitian

Untuk informasi lebih lanjut silakan melayangkan surel ke sudarno@gmail.com

Salah satu yang menjadi salah satu parameter kimia kualitas air adalah ammonium yang berbahaya bagi manusia dan lingkungan. Salah satu teknologi yang bisa digunakan untuk menyisihkan ammonium dalam air limbah adalah Batch Reactor. Namun adanya residu farmaseutikal atau Pharmaseutical Compounds (PCs) yang merupakan sisa produk farmasi yang tidak di proses dengan sempurna oleh tubuh manusia dapat menghambat penyisihan COD dan ammonium.

Sudarno dan tim melakukan penelitian dengan metode eksperimental menggunakan reaktor skala laboratorium. Kemudian dilakukan proses seeding dan aklimatisasi selama tujuh hari dengan anaerobic batch reactor. Ini dilakukan agar bakteri terbiasa dengan kondisi limbah yang dipakai. Air limbah dinjeksikan menggunakan pompa ke dalam reaktor menggunakan selang yang dimasukkan dari atas kemudian dialirkan ke bagian bawah reaktor sehingga terjadi kontak antara air limbah dengan bakteri.

Reaktor dioperasikan secara intermittent continuous dengan dilakukan variasi konsentrasi pencemar farmasi. Air limbah lalu diuji untuk mengetahui COD, ammonium, nitrit dan nitrat. Data yang terkumpul dianalisis dengan pendekatan kuantitatif dan yang dianalisis merupakan nilai efisiensi penyisihan COD dan ammonium.